Di suatu istana yang megah, tinggalah seorang putri cantik bernama
Blossom. Dia sudah tidak mempunyai orangtua, sang putri hanya tinggal dengan
para pesuruh istana dan seorang pengawal setianya yang bernama Brick.
Orangtuanya meninggalkan harta warisan yang sangat banyak untuknya sendiri,
karena itulah banyak pangeran dan raja-raja muda dari negeri seberang yang
ingin menikahinya. Meskipun begitu Blossom tidak sembarang menerima permintaan
mereka, ia ingin menemukan cinta sejatinya yang tulus tidak memandang kekayaan
serta kedudukannya sebagai putri.
Waktu demi waktu pun berlalu, sekarang Blossom sudah genap
berusia 17 tahun. Hari jadinya itu dirayakan dengan meriah. Sampai datanglah
seorang pangeran bernama Dexter menghampirinya, Dexter mengucapkan selamat
ulang tahun dan juga memberikan sebuket bunga tulip merah muda yang cantik.
Blossom sangat senang menerimanya, ia dan Dexter pun berbincang-bincang, lalu
Dexter menyatakan cintanya pada Blossom. Brick sang pengawal yang melihat itu
langsung merasa jatuh dan ia pun berlari pergi ke halaman belakang istana, ia
duduk di pinggir kolam dan berkata pada dirinya sendiri “Mengapa tuan putri tidak tahu kalau aku juga sangat mencintainya?”
Namun meskipun ia merasa sedih, sesunggunya Brick turut bahagia
melihat senyuman indah itu terlukis di bibir sang putri yang dicintainya. Dan
waktu pun berlalu dengan cepat, pernikahan putri Blossom dengan pangeran Dexter
semakin dekat, tetapi satu hari menjelang pernikahan itu Brick menemukan Dexter
sedang berbincang-bincang dengan pengawalnya tentang rencana jahatnya
menyingkirkan putri Blossom. Melalui pendengarannya Brick mengetahui bahwa
sebenarnya Dexter tidak sungguh-sungguh mencintai Blossom, sebenarnya dia telah
menikah dengan putri kerajaan lain yang cantik dan juga kaya raya namun karena
kehausannya akan harta sangat tinggi, ia juga mengincar kekayaan keluarga
Blossom.
Merasa tuan putrinya dalam bahaya, Brick segera berlari untuk
menemui Blossom, namun ia terlambat, para pengawal Dexter telah lebih dulu
menyandera sang putri dan mengancam akan menembak Brick dengan senjata api yang
mereka bawa jika Brick berani mendekat. Namun sang pengawal yang gagah dan
teguh pendirian itu tak gentar menanggapi ancaman para penyandera, diraihnya
sebilah pedang yang ada didekatnya saat itu dan disorongkannya kepada mereka.
Akhirnya mereka terlibat dalam perkelahian, tuan putri Blossom menangis melihat
pengawalnya rela mengorbankan jiwa raganya demi menolong ia dari Dexter,
pangeran dengan cinta palsu yang ingin menguasai harta keluarganya.
Karena senjata yang digunakannya tidak sebanding dengan
penyandera yang dilawannya, Brick jatuh terkapar dengan luka tembak di dadanya.
Melihat hal itu, Blossom menangis sejadi-jadinya dan berlari ke arah Brick
setelah para penyandera itu lari. Brick tersenyum lemah pada sang putri,
kemudian ia melukiskan simbol hati di telapak tangan Blossom dengan darahnya
dan berkata: “I surrender my holy love…
for my lovely princess…” sebelum akhirnya ia menghembuskan nafas
terakhirnya…
-END
-END
No comments:
Post a Comment