Pages

4 June 2012

The Holy Love

Di suatu istana yang megah, tinggalah seorang putri cantik bernama Blossom. Dia sudah tidak mempunyai orangtua, sang putri hanya tinggal dengan para pesuruh istana dan seorang pengawal setianya yang bernama Brick. Orangtuanya meninggalkan harta warisan yang sangat banyak untuknya sendiri, karena itulah banyak pangeran dan raja-raja muda dari negeri seberang yang ingin menikahinya. Meskipun begitu Blossom tidak sembarang menerima permintaan mereka, ia ingin menemukan cinta sejatinya yang tulus tidak memandang kekayaan serta kedudukannya sebagai putri.
Waktu demi waktu pun berlalu, sekarang Blossom sudah genap berusia 17 tahun. Hari jadinya itu dirayakan dengan meriah. Sampai datanglah seorang pangeran bernama Dexter menghampirinya, Dexter mengucapkan selamat ulang tahun dan juga memberikan sebuket bunga tulip merah muda yang cantik. Blossom sangat senang menerimanya, ia dan Dexter pun berbincang-bincang, lalu Dexter menyatakan cintanya pada Blossom. Brick sang pengawal yang melihat itu langsung merasa jatuh dan ia pun berlari pergi ke halaman belakang istana, ia duduk di pinggir kolam dan berkata pada dirinya sendiri “Mengapa tuan putri tidak tahu kalau aku juga sangat mencintainya?”
Namun meskipun ia merasa sedih, sesunggunya Brick turut bahagia melihat senyuman indah itu terlukis di bibir sang putri yang dicintainya. Dan waktu pun berlalu dengan cepat, pernikahan putri Blossom dengan pangeran Dexter semakin dekat, tetapi satu hari menjelang pernikahan itu Brick menemukan Dexter sedang berbincang-bincang dengan pengawalnya tentang rencana jahatnya menyingkirkan putri Blossom. Melalui pendengarannya Brick mengetahui bahwa sebenarnya Dexter tidak sungguh-sungguh mencintai Blossom, sebenarnya dia telah menikah dengan putri kerajaan lain yang cantik dan juga kaya raya namun karena kehausannya akan harta sangat tinggi, ia juga mengincar kekayaan keluarga Blossom.
Merasa tuan putrinya dalam bahaya, Brick segera berlari untuk menemui Blossom, namun ia terlambat, para pengawal Dexter telah lebih dulu menyandera sang putri dan mengancam akan menembak Brick dengan senjata api yang mereka bawa jika Brick berani mendekat. Namun sang pengawal yang gagah dan teguh pendirian itu tak gentar menanggapi ancaman para penyandera, diraihnya sebilah pedang yang ada didekatnya saat itu dan disorongkannya kepada mereka. Akhirnya mereka terlibat dalam perkelahian, tuan putri Blossom menangis melihat pengawalnya rela mengorbankan jiwa raganya demi menolong ia dari Dexter, pangeran dengan cinta palsu yang ingin menguasai harta keluarganya.
Karena senjata yang digunakannya tidak sebanding dengan penyandera yang dilawannya, Brick jatuh terkapar dengan luka tembak di dadanya. Melihat hal itu, Blossom menangis sejadi-jadinya dan berlari ke arah Brick setelah para penyandera itu lari. Brick tersenyum lemah pada sang putri, kemudian ia melukiskan simbol hati di telapak tangan Blossom dengan darahnya dan berkata: “I surrender my holy love… for my lovely princess…” sebelum akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya…
-END

No comments:

Post a Comment