note: ini cuma tester untuk mengasah lagi kemampuan gombal saya~ *kicked*
disclaimer: Matatagi Hayato dan Nozaki Sakura merupakan karakter animasi yang dikembangkan oleh Level-5 inc, dan bukan milik saya.
warning: ini crack pair! wkwk~
---
Setibanya di depan kediaman keluarga Nozaki, sepasang insan
itu menghentikan langkah mereka.
“Ano… Nozaki,
terima kasih untuk hari ini, ya,” ucap remaja bersurai hitam, Hayato, dengan
senyuman yang merekah di bibirnya.
Malu-malu, gadis di hadapannya menjawab, “sama-sama,
Matatagi. Aku senang sekali hari ini.”
Semburat kemerahan menjalar di kedua sisi wajah Hayato.
Sejenak ia mengalihkan pandangannya pada aspal hitam yang tengah mereka pijak
ketika benaknya berusaha merapikan benang semrawut yang melintang di
pikirannya.
‘Mungkin ini saat yang
tepat.…’ pikirnya.
Kedua tangan Hayato tiba-tiba saja lancang menggenggam tangan
Sakura dan sebuah pengakuan terluncur dari lisannya—
“Nozaki… aku…”
“..aku menyukaimu, Matatagi.”
—namun sepertinya, lisan milik gadis itu lebih berani
mengutarakannya.
“A-apa…?” terkejut. Matatagi Hayato benar-benar terkejut.
Gadis itu menunduk, berusaha menyembunyikan rona kemerahan
yang saat ini merambahi pipinya—namun tak berhasil—hingga untaian kalimat yang
lain kembali terucap olehnya.
“Aku menyukaimu, Matatagi. Kumohon, jadilah pacarku….”
“Nozaki… aku…” kalimat yang sudah tersusun rapi sebelumnya
buyar dalam sekejap ketika indera pendengaran Hayato disuguhi suara lembut
Sakura yang kini menanti jawabannya.
Sejenak, keheningan menyelubung di antara mereka. Merasa
permintaannya terlalu absurd, pemilik
iris biru safir itu melepas genggaman tangannya dengan Hayato. Bibirnya
mengulas senyuman lemah.
“..ma-maaf. Mungkin aku tidak pantas bersamamu....” lirihnya.
Hayato berjengit ketika Sakura memunggunginya dan bersiap
masuk ke rumahnya.
‘Tidak… tidak,
Nozaki….’
“Jangan pergi!” seru remaja dengan rambut sewarna langit
malam itu seraya menarik tubuh lentur Sakura ke dalam dekapannya.
“Matatagi…?”
“Aku juga menyukaimu, Nozaki. Bahkan sebelum kau
mengatakannya, aku selalu menyukaimu. Aku menyukai segalanya tentang dirimu.
Aku menyukai saat-saat bersama dengan dirimu. Aku… aku sangat ingin menjadi
pacarmu….”
Hayato tak perlu waktu lama untuk menunggu kedua lengan sang
gadis mendekapnya kembali, bahkan ia mendapatkan bonus berupa air mata yang
kini membasahi kemeja yang dikenakannya.
“Matatagi… hiks….”
Remaja laki-laki itu tersenyum lembut, “jangan menangis,
sayang….” ucapnya sembari mengusap puncak kepala gadisnya.
Sakura melonggarkan sedikit pelukannya dengan Hayato dan
menatap pacarnya itu dengan iris yang berkaca-kaca dan senyum bahagia, “terima
kasih, Hayato….”
Sebelah tangan Hayato tergerak untuk menyentuh pipi Sakura
yang sempat dirambahi air mata sebelum jemarinya menuruni lekuk wajah sang
gadis dan mengangkat dagunya.
Karena perbedaan tinggi yang tak terpaut jauh, remaja
berkulit tan itu hanya memiringkan sedikit kepalanya sebelum menautkan bibirnya
dengan Sakura selama beberapa saat hingga kebutuhan oksigen mendesak mereka
berdua untuk melepas tautan tersebut.
Masih tersenyum, Hayato berbisik lembut di telinga gadisnya,
“sama-sama, Sakura…”
-end- (udah aja?)
No comments:
Post a Comment