Pages

30 May 2013

Suddenly Romance

note: ini cuma tester untuk mengasah lagi kemampuan gombal saya~ *kicked*

disclaimer: Matatagi Hayato dan Nozaki Sakura merupakan karakter animasi yang dikembangkan oleh Level-5 inc, dan bukan milik saya.

warning: ini crack pair! wkwk~
---

Setibanya di depan kediaman keluarga Nozaki, sepasang insan itu menghentikan langkah mereka.

Ano… Nozaki, terima kasih untuk hari ini, ya,” ucap remaja bersurai hitam, Hayato, dengan senyuman yang merekah di bibirnya.

Malu-malu, gadis di hadapannya menjawab, “sama-sama, Matatagi. Aku senang sekali hari ini.”

Semburat kemerahan menjalar di kedua sisi wajah Hayato. Sejenak ia mengalihkan pandangannya pada aspal hitam yang tengah mereka pijak ketika benaknya berusaha merapikan benang semrawut yang melintang di pikirannya.

Mungkin ini saat yang tepat.…’ pikirnya.

Kedua tangan Hayato tiba-tiba saja lancang menggenggam tangan Sakura dan sebuah pengakuan terluncur dari lisannya—


“Nozaki… aku…”


“..aku menyukaimu, Matatagi.”


—namun sepertinya, lisan milik gadis itu lebih berani mengutarakannya.


“A-apa…?” terkejut. Matatagi Hayato benar-benar terkejut.

Gadis itu menunduk, berusaha menyembunyikan rona kemerahan yang saat ini merambahi pipinya—namun tak berhasil—hingga untaian kalimat yang lain kembali terucap olehnya.

“Aku menyukaimu, Matatagi. Kumohon, jadilah pacarku….”

“Nozaki… aku…” kalimat yang sudah tersusun rapi sebelumnya buyar dalam sekejap ketika indera pendengaran Hayato disuguhi suara lembut Sakura yang kini menanti jawabannya.

Sejenak, keheningan menyelubung di antara mereka. Merasa permintaannya terlalu absurd, pemilik iris biru safir itu melepas genggaman tangannya dengan Hayato. Bibirnya mengulas senyuman lemah.

“..ma-maaf. Mungkin aku tidak pantas bersamamu....” lirihnya.

Hayato berjengit ketika Sakura memunggunginya dan bersiap masuk ke rumahnya.


Tidak… tidak, Nozaki….’


“Jangan pergi!” seru remaja dengan rambut sewarna langit malam itu seraya menarik tubuh lentur Sakura ke dalam dekapannya.


“Matatagi…?”


“Aku juga menyukaimu, Nozaki. Bahkan sebelum kau mengatakannya, aku selalu menyukaimu. Aku menyukai segalanya tentang dirimu. Aku menyukai saat-saat bersama dengan dirimu. Aku… aku sangat ingin menjadi pacarmu….”


Hayato tak perlu waktu lama untuk menunggu kedua lengan sang gadis mendekapnya kembali, bahkan ia mendapatkan bonus berupa air mata yang kini membasahi kemeja yang dikenakannya.

“Matatagi… hiks….”

Remaja laki-laki itu tersenyum lembut, “jangan menangis, sayang….” ucapnya sembari mengusap puncak kepala gadisnya.

Sakura melonggarkan sedikit pelukannya dengan Hayato dan menatap pacarnya itu dengan iris yang berkaca-kaca dan senyum bahagia, “terima kasih, Hayato….”

Sebelah tangan Hayato tergerak untuk menyentuh pipi Sakura yang sempat dirambahi air mata sebelum jemarinya menuruni lekuk wajah sang gadis dan mengangkat dagunya.

Karena perbedaan tinggi yang tak terpaut jauh, remaja berkulit tan itu hanya memiringkan sedikit kepalanya sebelum menautkan bibirnya dengan Sakura selama beberapa saat hingga kebutuhan oksigen mendesak mereka berdua untuk melepas tautan tersebut.


Masih tersenyum, Hayato berbisik lembut di telinga gadisnya, “sama-sama, Sakura…”

-end- (udah aja?)

No comments:

Post a Comment