Pages

4 June 2012

Revenge Doesn't Solve The Problems

             Josh terdiam lesu seolah tak mempunyai gairah hidup, percakapannya dengan Fred tempo hari lalu masih terekam jelas di otaknya,
Josh, Ariana bermain di belakangmu!”               
“Apa? Haha lelucon bagus Fred!”
“Tidak! Aku serius! Dia selingkuh dengan Austin!”
“Austin? Ah itu tidak mungkin! He’s a nerd hahaha…”
“Yaa di sini dia terlihat seperti itu, kau tidak tahu bagaimana ia di luar sana. All is up to you, believe me or you will lose Ariana!”
Nada suara Fred saat itu terdengar seperti ancaman, tadinya Josh sempat mengabaikan hal itu karena tidak yakin jika Ariana gadisnya yang terbilang cukup perfect main serong dengan Austin yang dijuluki “Prince of Nerd”,
Sampai ketika dimana ia melihat sendiri kalau Ariana dan Austin keluar dari bioskop sambil Ariana bersandar di bahu Austin, penampilan Prince of Nerd itu berubah total seperti yang dikatakan Fred,
Dan itu membuat Josh sangat tidak terima…

Suara ledakan senjata api dan hantaman benda-benda keras menggema di sekitar gedung tua yang nyaris bobrok itu, sesekali terdengar jeritan seorang gadis dan erangan kesakitan,
Bruakk.. seorang laki-laki terhempas ke sudut ruangan dan menabrak balok-balok kayu,
“Austin..!!” jerit seorang gadis bernama Ariana,
“A..Ana.. ja…jangan berge..rak..” ujar Austin parau, seorang pria berpakaian serba hitam menghampiri Austin yang tergeletak tak berdaya di antara runtuhan balok kayu,
“Hentikan perbuatanmu itu!!” seru Ariana,
Namun pria itu tak menggubrisnya, dia malah mencengkeram leher Austin dan mengangkat tubuhnya seolah mencabut tanaman dari dalam tanah,
“Aaarrgghhhhhh…” Austin kembali mengerang, tangan kekar pria itu seperti meremukkan tulang lehernya,
“Cukup! Hentikan itu!! Kau benar-benar tak punya hati! Siapa yang membayarmu melakukan perbuatan keji seperti ini hah!?” bentak Ariana dengan napas terengah-engah dan air mata yang bercucuran di wajahnya,
Hutcherson!” seru pria itu dengan suara menggeram,
“Josh?” tanya Ariana terbata-bata,
“Ya! itu aku!” jawab Josh yang tiba-tiba berdiri di ambang pintu gedung,
Ariana menoleh cepat ke arah pintu, dilihatnya Josh melangkah pelan sambil menggenggam sebilah pisau, senyum sinis tertampang di wajahnya, membuat Ariana terpaku di tempat tak bisa berkata apa-apa,
“Lama tak berjumpa denganmu, manis. Apa kau senang melihatku lagi?” tanya Josh seraya menyentuh dagu Ariana, dan gadis itu langsung menepisnya,
“Jangan pernah menyentuhku lagi! Kau biadab Josh!” seru gadis berambut merah itu,
Josh tertawa mendengarnya, “Hah? Aku, biadab? Apa kau sedang mengigau tentang dirimu sendiri, Ariana sayang?”
Air mata gadis itu kembali tumpah, ia merenggut wajahnya kemudian menutup telinganya, “Diam!! Diam kau Josh, kau tidak tahu apa-apa soal diriku!” jeritnya,
“Owh benarkah? Kalau aku tidak tahu, mungkin selingkuhanmu itu tahu, benar begitu, Prince of Nerd?” Josh beralih pada Austin yang tengah dicekik oleh pria berbaju hitam sewaan Josh tadi,
“Ja…jangan as..al bic..ara kau J..Josh…” ucap Austin terbata-bata, dan pria itu mengencangkan cekikannya sampai membuat Austin memekik dan kemudian pria itu menghempaskan Austin ke lantai,
“Austin!!” pekik Ariana, ia hendak menghampiri Austin namun Josh langsung mencekal lengannya, dan Ariana langsung meronta seraya mencaci maki, “Arrghhh lepaskan aku! Austin!!! Jangan sakiti dia! Kalian berdua benar-benar kejam! Tak berperasaan!!!”
“Habisi dia!” perintah Josh,
Maka pembunuh bayaran itu langsung menyeret Austin ke sisi lain gedung dan meluluh-lantakkannya, di antara jerit kesakitan dan cacian, terlintas kembali dalam benak Josh kejadian-kejadian yang menghancurkan hatinya,

Aku melihat mereka dengan mataku sendiri, Fred tidak berbohong, ini sulit ku percaya, kulihat kekasihku berangkulan dengan lelaki lain yang juga salah satu sahabatku, si dia yang dijuluki Prince of Nerd itu berubah 180 derajat dari yang biasa kulihat, apa ini salah satu taktiknya agar aku tak mengetahui kalau ia adalah rivalku? Dan Ariana, ia tampak senang dan tersenyum lepas saat bersamanya, tidak seperti saat dia bersamaku. Apakah ini pertanda? Apa ia akan melupakanku lalu pergi bersama Austin?

“Kenapa kau lakukan itu Ariana? Kenapa…?” bisik Josh setelah ia kembali ke kenyataan,
“Aku… aku tak mencintaimu Josh! Aku tak pernah mencintaimu!” ucap Ariana geram,
Josh tersenyum sarkastik, air mata menetes satu demi satu membanjiri pipinya, “Oh, jadi kau lebih mencintainya, lebih mencintai Prince of Nerd itu daripada aku… iya?”
Ariana terisak dalam cekalan Josh, “Dia bukan Prince of Nerd! Lagipula penampilan tidak penting! Dia mencintaiku dengan tulus tidak seperti kau!”
Josh perlahan melingkarkan tangannya di leher Ariana, lalu dengan nada tajam ia berkata pada pria sewaannya, “Bawa anak itu ke hadapan kekasih barunya!”
Ariana terkejut, “Mau kau apakan dia!?”
Josh tidak menjawab apapun, pria itu menyentakkan Austin ke depan kaki Ariana dan langsung menembakkan timah panas yang langsung membuat lelaki sekarat itu tewas,
Sontak gadis berambut merah itu berteriak histeris namun teriakannya lenyap begitu Josh menikamkan pisau yang digenggamnya ke tubuh mantan gadisnya dan membiarkan Ariana jatuh menimpa Austin,
Agak lama Josh terdiam memperhatikan dua orang yang sudah tak bernyawa itu sebelum akhirnya ia mengeluarkan semacam cek dan memberikannya pada pria sewaannya, “Ambilah, dan tinggalkan aku sendiri,” ucap Josh. Tanpa diperintah lagi pria itu berjalan pergi meninggalkannya bersama jasad Austin dan Ariana,
Perlahan Josh jatuh terduduk di samping Ariana lalu mencabut pisaunya dari tubuh gadis itu, dia melakukannya dengan hati-hati seolah tak ingin menyakiti Ariana, namun tetap saja bagaimanapun juga ia telah melakukannya,
Bulir-bulir kristal bening menetes dari matanya dan membasahi wajahnya yang menampakkan penyesalan, Josh membelai rambut Ariana lalu mengecup keningnya, “Maafkan aku, Ariana…” bisiknya,
Lalu ia beralih pada Austin, yang dulu merupakan sahabat baiknya, ia mengucap salam terakhirnya, “Kau dan aku, tetap bersahabat Austin.. maafkan aku…”
Tiba-tiba terdengar suara derap kaki mendekat dan memasuki gedung tua itu, lalu terdengar suara seseorang, “Josh! Akhirnya kau menghabisi dia? Hahaha, aku tahu kau akan melakukannya Josh, dia memang bukan sahabatmu lagi…”
“Persetan dengan ucapanmu Fred!” seru Josh, ia berdiri lalu seketika melempar pisaunya dan benda tajam itu langsung menancap di jantung orang yang telah menghasutnya untuk menghabisi Austin. Fred langsung ambruk ke lantai dan tewas,
“Bodohnya aku! Bodohnya aku termakan hasutanmu Fred!” Josh memaki Fred yang sudah terlungkup tak bernyawa,
“Arrrgghhh…!! Ini semua karena kebodohanku!!!” kali ini Josh memaki dirinya sendiri dan mulai kehilangan akal sehatnya, ia berlari ke arah dinding lalu membentur-benturkan kepalanya di sana sampai darah merembes di dahinya,
Lalu dengan terhuyung-huyung Josh menghampiri jasad Fred, ia mencabut pisau itu dari tubuh Fred dan mengangkatnya tinggi-tinggi,
Ariana, Austin, maafkan aku, maafkan kecerobohanku, dan izinkan aku menyusul kalian….
Lalu ia menghujamkan pisaunya tepat di ulu hati.

-End

No comments:

Post a Comment