Josh terdiam lesu seolah tak mempunyai
gairah hidup, percakapannya dengan Fred tempo hari lalu masih terekam jelas di
otaknya,
Josh, Ariana
bermain di belakangmu!”
“Apa? Haha lelucon bagus Fred!”
“Tidak! Aku serius! Dia selingkuh dengan Austin!”
“Austin? Ah itu tidak mungkin! He’s a nerd hahaha…”
“Yaa di sini dia terlihat seperti itu, kau tidak tahu bagaimana ia di
luar sana. All is up to you, believe me or you will lose Ariana!”
Nada suara Fred saat itu terdengar seperti ancaman, tadinya Josh sempat
mengabaikan hal itu karena tidak yakin jika Ariana gadisnya yang terbilang
cukup perfect main serong dengan Austin yang dijuluki “Prince of Nerd”,
Sampai ketika dimana ia melihat sendiri kalau Ariana dan Austin keluar
dari bioskop sambil Ariana bersandar di bahu Austin, penampilan Prince of Nerd
itu berubah total seperti yang dikatakan Fred,
Dan itu membuat Josh sangat tidak terima…
Suara ledakan senjata api dan hantaman benda-benda keras menggema di
sekitar gedung tua yang nyaris bobrok itu, sesekali terdengar jeritan seorang
gadis dan erangan kesakitan,
Bruakk.. seorang laki-laki terhempas ke sudut ruangan dan
menabrak balok-balok kayu,
“Austin..!!” jerit seorang gadis bernama Ariana,
“A..Ana.. ja…jangan berge..rak..” ujar Austin parau, seorang
pria berpakaian serba hitam menghampiri Austin yang tergeletak tak berdaya di
antara runtuhan balok kayu,
“Hentikan perbuatanmu itu!!” seru Ariana,
Namun pria itu tak menggubrisnya, dia malah mencengkeram
leher Austin dan mengangkat tubuhnya seolah mencabut tanaman dari dalam tanah,
“Aaarrgghhhhhh…” Austin kembali mengerang, tangan kekar pria
itu seperti meremukkan tulang lehernya,
“Cukup! Hentikan itu!! Kau benar-benar tak punya hati! Siapa
yang membayarmu melakukan perbuatan keji seperti ini hah!?” bentak Ariana
dengan napas terengah-engah dan air mata yang bercucuran di wajahnya,
“Hutcherson!” seru
pria itu dengan suara menggeram,
“Josh?” tanya Ariana terbata-bata,
“Ya! itu aku!” jawab Josh yang tiba-tiba berdiri di ambang
pintu gedung,
Ariana menoleh cepat ke arah pintu, dilihatnya Josh melangkah
pelan sambil menggenggam sebilah pisau, senyum sinis tertampang di wajahnya,
membuat Ariana terpaku di tempat tak bisa berkata apa-apa,
“Lama tak berjumpa denganmu, manis. Apa kau senang melihatku
lagi?” tanya Josh seraya menyentuh dagu Ariana, dan gadis itu langsung
menepisnya,
“Jangan pernah menyentuhku lagi! Kau biadab Josh!” seru gadis
berambut merah itu,
Josh tertawa mendengarnya, “Hah? Aku, biadab? Apa kau sedang
mengigau tentang dirimu sendiri, Ariana sayang?”
Air mata gadis itu kembali tumpah, ia merenggut wajahnya
kemudian menutup telinganya, “Diam!! Diam kau Josh, kau tidak tahu apa-apa soal
diriku!” jeritnya,
“Owh benarkah? Kalau aku tidak tahu, mungkin selingkuhanmu
itu tahu, benar begitu, Prince of Nerd?” Josh beralih pada Austin yang tengah
dicekik oleh pria berbaju hitam sewaan Josh tadi,
“Ja…jangan as..al bic..ara kau J..Josh…” ucap Austin
terbata-bata, dan pria itu mengencangkan cekikannya sampai membuat Austin
memekik dan kemudian pria itu menghempaskan Austin ke lantai,
“Austin!!” pekik Ariana, ia hendak menghampiri Austin namun
Josh langsung mencekal lengannya, dan Ariana langsung meronta seraya mencaci
maki, “Arrghhh lepaskan aku! Austin!!! Jangan sakiti dia! Kalian berdua
benar-benar kejam! Tak berperasaan!!!”
“Habisi dia!” perintah Josh,
Maka pembunuh bayaran itu langsung menyeret Austin ke sisi
lain gedung dan meluluh-lantakkannya, di antara jerit kesakitan dan cacian,
terlintas kembali dalam benak Josh kejadian-kejadian yang menghancurkan
hatinya,
Aku melihat mereka
dengan mataku sendiri, Fred tidak berbohong, ini sulit ku percaya, kulihat
kekasihku berangkulan dengan lelaki lain yang juga salah satu sahabatku, si dia
yang dijuluki Prince of Nerd itu berubah 180 derajat dari yang biasa kulihat,
apa ini salah satu taktiknya agar aku tak mengetahui kalau ia adalah rivalku?
Dan Ariana, ia tampak senang dan tersenyum lepas saat bersamanya, tidak seperti
saat dia bersamaku. Apakah ini pertanda? Apa ia akan melupakanku lalu pergi
bersama Austin?
“Kenapa kau lakukan itu Ariana? Kenapa…?” bisik Josh setelah
ia kembali ke kenyataan,
“Aku… aku tak mencintaimu Josh! Aku tak pernah mencintaimu!”
ucap Ariana geram,
Josh tersenyum sarkastik, air mata menetes satu demi satu
membanjiri pipinya, “Oh, jadi kau lebih mencintainya, lebih mencintai Prince of
Nerd itu daripada aku… iya?”
Ariana terisak dalam cekalan Josh, “Dia bukan Prince of Nerd!
Lagipula penampilan tidak penting! Dia mencintaiku dengan tulus tidak seperti
kau!”
Josh perlahan melingkarkan tangannya di leher Ariana, lalu
dengan nada tajam ia berkata pada pria sewaannya, “Bawa anak itu ke hadapan
kekasih barunya!”
Ariana terkejut, “Mau kau apakan dia!?”
Josh tidak menjawab apapun, pria itu menyentakkan Austin ke
depan kaki Ariana dan langsung menembakkan timah panas yang langsung membuat
lelaki sekarat itu tewas,
Sontak gadis berambut merah itu berteriak histeris namun
teriakannya lenyap begitu Josh menikamkan pisau yang digenggamnya ke tubuh
mantan gadisnya dan membiarkan Ariana jatuh menimpa Austin,
Agak lama Josh terdiam memperhatikan dua orang yang sudah tak
bernyawa itu sebelum akhirnya ia mengeluarkan semacam cek dan memberikannya
pada pria sewaannya, “Ambilah, dan tinggalkan aku sendiri,” ucap Josh. Tanpa
diperintah lagi pria itu berjalan pergi meninggalkannya bersama jasad Austin
dan Ariana,
Perlahan Josh jatuh terduduk di samping Ariana lalu mencabut
pisaunya dari tubuh gadis itu, dia melakukannya dengan hati-hati seolah tak
ingin menyakiti Ariana, namun tetap saja bagaimanapun juga ia telah
melakukannya,
Bulir-bulir kristal bening menetes dari matanya dan membasahi
wajahnya yang menampakkan penyesalan, Josh membelai rambut Ariana lalu mengecup
keningnya, “Maafkan aku, Ariana…” bisiknya,
Lalu ia beralih pada Austin, yang dulu merupakan sahabat
baiknya, ia mengucap salam terakhirnya, “Kau dan aku, tetap bersahabat Austin..
maafkan aku…”
Tiba-tiba terdengar suara derap kaki mendekat dan memasuki
gedung tua itu, lalu terdengar suara seseorang, “Josh! Akhirnya kau menghabisi
dia? Hahaha, aku tahu kau akan melakukannya Josh, dia memang bukan sahabatmu
lagi…”
“Persetan dengan ucapanmu Fred!” seru Josh, ia berdiri lalu
seketika melempar pisaunya dan benda tajam itu langsung menancap di jantung
orang yang telah menghasutnya untuk menghabisi Austin. Fred langsung ambruk ke
lantai dan tewas,
“Bodohnya aku! Bodohnya aku termakan hasutanmu Fred!” Josh
memaki Fred yang sudah terlungkup tak bernyawa,
“Arrrgghhh…!! Ini semua karena kebodohanku!!!” kali ini Josh
memaki dirinya sendiri dan mulai kehilangan akal sehatnya, ia berlari ke arah
dinding lalu membentur-benturkan kepalanya di sana sampai darah merembes di
dahinya,
Lalu dengan terhuyung-huyung Josh menghampiri jasad Fred, ia
mencabut pisau itu dari tubuh Fred dan mengangkatnya tinggi-tinggi,
Ariana, Austin, maafkan
aku, maafkan kecerobohanku, dan izinkan aku menyusul kalian….
Lalu ia menghujamkan pisaunya tepat
di ulu hati.
-End
No comments:
Post a Comment